Diolah dari berbagai sumber.

Di dunia kedokteran khususnya dalam disiplin ilmu kekhususan tentang darah, diketahui bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Hal ini sangat berbeda dengan sistem biologis di dalam tubuh babi, mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku: Adaptive Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

1 komentar:

Investasi mengatakan...

untung saya nggak doyan daging babi ya, thanks salam kenal ya