Depkes Belum Tahu Penyebaran Flu Kuda

Sumber : http://news.okezone.com/
Oleh : Dede Suryana - Okezone

JAKARTA - Belum usai polemik Flu babi, flu jenis baru bernama influenza equine atau flu kuda mulai mewabah di India. Mengenai kemungkinan penyebarannya, Departemen Kesehatan hingga kini masih mencari informasi lebih dalam terkait penyakit ini.

"Kita sudah tahu penyakit itu, tapi kita masih belum tahu tentang penyebarannya. Makanya kami masih mencoba mencari informasi lebih banyak," ujar Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Tjandra Yoga Aditama kepada okezone, Senin (11/5/2009).

Penyakit Influenza Equine ini sudah menewaskan sebanyak 43 ekor kuda di negara bagian barat India Rajasthan dan Gujarat. Kematian kuda secara massal di daerah ini sudah diketahui sejak Januari lalu di Gandhinagar, Gujarat. Sebanyak 15 ekor kuda tewas akibat penyakit tersebut.

Flu Kuda disebabkan virus Influenza A dan menjadi endemik pada kuda. Virus ini bisa berpindah ke jenis hewan lain serta dapat menular pada manusia.

Tanda-tanda penyebaran terlihat pada tingginya angka penyebaran virus ini di antara sesama kuda. Masa inkubasi virus ini terhitung singkat yakni satu hingga lima hari.(ded)

Sumber : http://internasional.kompas.com/

Minggu, 10 Mei 2009 | 15:42 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com - Meskipun India masih bebas dari influensa A/H1N1 atau flu babi, penyakit hewan lain, Influensa Equine, atau flu kuda, telah menewaskan 43 ekor kuda di negara bagian barat India Rajasthan dan Gujarat, demikian laporan harian Hindu, Danik Bhaskar, Sabtu (9/5).

Berdasarkan laporan laboratorium di Hissar, Haryana, di India utara, dibenarkan, kematian hewan-hewan itu disebabkan Influensa Equine yang juga disebut flu kuda.

Kematian pertama terjadi pada Januari lalu di Gandhinagar, Gujarat, di mana 15 ekor kuda tewas akibat penyakit tersebut bulan lalu, kata laporan itu.

Untuk mencegah penyakit tersebut tersebar luas, pemerintah Gujarat memutuskan melarang membeli dan menjual kuda di negara bagian itu.

Di Rajasthan, 25 kuda tewas pada suatu pameran kuda di daerah Jodhpur, menurut laporan tersebut. Flu Equine disebabkan virus Influansa A, yang endemik pada kuda.

Virus ini bisa berpindah ke jenis hewan lain dan menular pada manusia. Influensa Equine ditandai dengan sangat tingginya penularan di antara kuda, dan mempunyai masa inkubasi relatif singkat, yakni satu sampai lima hari.

Kuda yang terserang flu ini bisa mengembangkan gejala-gejala demam, batuk kering dan keluar ingus dari hidungnya.


BNJ
Sumber : Ant

Sumber : Millis Komunitas Tangan Di Atas.

Semoga informasi ini dapat membantu kita agar tidak panic akibat Flu Babi yang merebak belakangan hari ini.

1. Apa itu Swine Flu atau Flu Babi ?

Swine Flu ( H1N1 )adalah Virus Flu pada binatang babi yang tidak sama dengan Virus Flu pada manusia. Swine Flu yang saat ini menyerang secara pandemi di Mexico & US adalah Swine Flu yang mengalami Mutagenic Shift dari gabungan beberapa Virus Flu diantaranya : Swine FLu Babi + Avian FLu + FLu Manusia.

2. Mengapa hal demikian dapat terjadi ( gabungan beberapa virus ) ?

Pada dasarnya Genetic Virus Flu sering berubah rubah. Akibatnya Respon Immune tidak dapat mengenal sepenuhnya ( parsial ) pada waktu infeksi berulang. Pada waktu yang bersamaan terdapat Virus Influenza yang lain yang menginfeksi sel yang sama. Terjadilah pencampuran Virus yang akan mengakibatkan Strain yang baru ( Mutagenic / Antigenic Shift ). Dapat juga terjadi suatu Evolusi ( Mutagenic Drift ). Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila di kemudian hari dapat timbul Influenza Virus Kuda ( H7N7 , H4N8 ) , Virus Lembu Sapi bahkan Ikan Paus ( H3N2 ).

3. Bagaimana penularan Swine Flu ?

a. Melalui Human to Human infection
b. Orang yang terinfeksi Swine Flu dapat menyebarkan Germ Flu ( Basil Kuman ) sehari sebelum Gejala Flu mereka muncul hingga 7 hari setelah mereka sakit
c. Penularan melalui udara
d. Penularan melalui kontak tangan dengan selaput lendir
Contoh : Kita menyentuh object yang di pegang oleh orang yang terinfeksi Swine Flu
Tanpa kita sadari kita menyentuh mata kita sendiri misal Gatal atau kucek mata , hidung & mulut
e. Pada daerah SUBTROPIS ( daerah yang mempunyai 4 musim )
Tetapi kita yang berada di daerah Tropis tidak boleh lengah begitu saja

4. Seberapa parahkah Penyakit Swine Flu ?

a. Penyakit ini berbeda antara Meksiko & Amerika.
Meksiko lebih parah dari Amerika.
b. Penyakit ini lebih ganas dari Avian Flu 3 - 5 kali akan tetapi dalam populasi jauh lebih kecil dari Avian Flu.
Bila 100 orang terinfeksi Avian FLu maka kemungkinannnya 80 orang akan meninggal dunia.
Bila 100 orang terinfeksi Swine Flu maka kemungkinannnya 7 orang akan meninggal dunia

c. Penyakit ini menyerang Paru paru dan menyebabkan kematian karena mengalami Kegagalan Pernafasan ( Respiratory Failure ) akibat pembuluh darah paru
yang pecah.

5. Bagaimana gejala Swine Flu ?

Gejala Swine Flu yang tersering adalah :
a. Demam lebih dari 37,7 C
b. Rasa Capek
c. Kurangnya nafsu makan
d. Batuk

Ada juga penderita disertai gejala tambahan :
a. Pilek
b. Sakit Tenggorokan
c. Mual
d. Muntah
e. Diare

Tips : Waspadalah bila kita mengalami Flu disertai Muntah & Diare !

6. Apa yang harus saya lakukan dirumah bila menderita Flu ?

a. Selain untuk berobat hindarilah bepergian , lebih baik sementara di rumah.
b. Bila bersin & batuk tutuplah hidung dan mulut dengan tissue . Kemudian segeralah buang tissue itu ke kotak sampah.
c. Cucilah tangan anda segera !
d. Banyaklah istirahat
e. Ukurlah suhu tubuh sebelum tidur
f. Mintalah Ibu memasak Sop Ayam ( anti inflammatory ) & makanlah selagi hangat
g. Minumlah Teh Hijau ( antioxidan ) , bila memungkinkan campurlah dengan Black Tea ( antioxidan ). Minumlah selagi hangat , hiruplah uapnya
h. Minumlah Lemon , Madu & Whiskey sedikit ( biasa untuk orang Eropa )
i. Mandilah air hangat
j. Vitamin C yang mengandung Zn ( Zegase atau Zegavit ) atau Jeruk Peres
k. Banyaklah minum terutama air hangat.

7. Apa obat Swine Flu ?

Tamiflu ( Oseltamivir ) 75 mg Capsule : 2 x 1 Capsule selama 5 – 7 hari
Relenza ( Zanamivir )
Obat ini akan efektif bila di minum kurang dari 36 - 48 jam sesudah serangan Swine Flu. Dan akan terasa perbaikan pada keesokan harinya.
Di America ditemukan ada juga yang sembuh tanpa pengobatan Tamiflu atau Relenza ( CDC = Center for Disease Control & Prevention )

8. Bagaimana mencegah Swine Flu ?

a. Mencuci tangan dengan Sabun & Air atau Alkohol Based Hand Cleaner
Kondisi yang mengharuskan kita mencuci tangan :
* Sebelum mulai bekerja
* Sesudah dari Toilet
* Apapun yang di kotori oleh Pekerjaan
* Sebelum memegang Sarung Tangan / Handuk / Alat Pelindung Diri (termasuk Pakaian dll)

b. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang terinfeksi
Jangan malu untuk memakai Masker
c. Jangan menyentuh langsung selaput lendir seperti mata , Hidung & Mulut

9. Tanda tanda Kondisi Emergency di rumah :

a. Penderita mengeluh Sakit Dada dan atau Kesulitan Bernafas
b. Daerah di sekitar bibir menjadi biru atau keunguan
c. Muntah dan Diare yang berlanjut
d. Tanda tanda Dehidrasi ( Kekurangan Cairan )
e. Respon lambat dari biasanya atau Bingung an

10. Kelompok yang beresiko terkena penyakit lebih berat (cepat beralih ke kondisi Emergency)

a. Penderita berumur 65 tahun keatas
b. Semua golongan yang mempunyai penyakit Kronik ataupun Metabolic
c. Penderita penyakit Paru , Jantung & Immune System
d. Trimeter Ke tiga dari Kehamilan atau sehabis melahirkan

PNS Agar Ikut Asuransi Jiwa

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai negeri sipil di lingkungan Departemen Keuangan diharapkan dapat mengikuti asuransi jiwa sehingga bila yang bersangkutan meninggal, keluarganya akan memperoleh pendapatan tetap selama 24 bulan.

Usulan itu disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (28/4), saat melantik 31 pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, Ditjen Bea dan Cukai, dan Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan.

Usulan tersebut, kata Sri Mulyani, muncul dari keprihatinannya terhadap nasib pensiunan PNS dan keluarga PNS yang meninggal saat masih aktif.

Hal ini, misalnya, terjadi pada keluarga Direktur Penilaian Kekayaan Negara, Ditjen Kekayaan Negara, Iwan Hindawan, yang meninggal saat sedang bekerja di kantornya di Kantor Pusat Depkeu, Senin (27/4).

Jika ada asuransi jiwa, keluarga Iwan bisa mendapatkan penghasilan yang stabil, sama seperti ketika Iwan masih hidup minimal selama dua tahun.

Sri Mulyani menjelaskan, di lembaga internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF), karyawan memiliki jaminan, minimal perlindungan jiwa yang bisa dinikmati keluarga.

”Ketika saya akan bekerja di IMF, saya membaca ada kondisi, jika saya meninggal di saat bekerja, saya mendapatkan asuransi. Apalagi sebagai staf IMF sering melakukan perjalanan ke seluruh dunia,” tutur Menkeu.

Tanpa asuransi, lanjut Sri Mulyani, pegawai tidak akan mendapatkan ketenangan. ”Oleh karena itu, sebaiknya asuransi itu ada. Bukan hanya bagi pegawai Departemen Keuangan, tetapi juga departemen lain,” ujarnya.

Gaji terendah bagi PNS tahun 2009 sebesar Rp 1,040 juta per bulan untuk PNS golongan IA dengan masa kerja nol tahun, sedangkan gaji tertinggi Rp 3,4 juta per bulan untuk PNS golongan IVE dengan masa kerja 32 tahun.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8/2009 tentang Perubahan Kesebelas PP No 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

........................

Diolah dari berbagai sumber.

Di dunia kedokteran khususnya dalam disiplin ilmu kekhususan tentang darah, diketahui bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

Hal ini sangat berbeda dengan sistem biologis di dalam tubuh babi, mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku: Adaptive Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

Sumber : http://www.detikfinance.com/
Oleh : Suhendra - detikFinance

http://www.detikfinance.com/images/content/2009/04/28/4/babi-dalam.jpg
Foto: dok detikcom

Jakarta - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan penutupan kran impor daging babi di enam negara. Tujuannya untuk mencegah terjadinya potensi penularan flu babi yang saat ini mulai menyebar di negara-negara tersebut.

Enam negara itu antara lain USA, Kanada, Maksiko, Perancis, Israel dan New Zealand. Hingga kini pemerintah belum bisa memastikan sampai kapan penutupan kran impor daging babi dilakukan.

"Tadi diputuskan di kantor Menko dengan segala pertimbangan dari Deptan dan Depkes, bahwa untuk sementara impor daging babi dari negara-negara yang tertular flu babi (H1N1) seperti USA, Kanada, Maksiko, Perancis, Israel dan New Zealand, dihentikan," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono kepada detikFinance, Senin malam (27/4/2009).

Anton menjelaskan ketentuan penghentian kran impor daging babi di 6 negara tersebut berlaku sampai batas waktu yang akan ditentukan dikemudian hari berdasarkan pengamatan Departemen Kesehatan selanjutnya.

"Menindaklanjuti keputusan tersebut, tadi sudah ditandatangani Surat Edarannya oleh dirjen peternakan," jelas Anton.

Seperti diketahui virus H1N1 atau flu babi mulai merebak di Meksiko dan kini telah menewaskan 149 orang lebih. WHO juga telah meningkatkan peringatan pandemi flu babi itu dari level 3 ke level 4.

Bahkan pada hari ini, isu merebaknya flu babi telah mengguncang saham di seluruh dunia, dimana para pelaku pasar merespons negatif dengan ditandai melorotnya indeks saham dibeberapa negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Investor khawatir flu babi bisa memberi dampak seganas SARS.
(hen/qom)

MASYARAKAT DIMINTA WASPADAI FLU BABI

Sumber : http://www.depkominfo.go.id/

27/4/2009 (Kominfo-Newsroom) - Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengimbau masyarakat untuk tidak takut namun tetap harus waspada terhadap kemungkinan

munculnya penyakit Flu Babi di Indonesia.

Angka kematian akibat flu burung (H5N1) jauh lebih tinggi, yakni sekitar 80-90 persen, ketimbang Flu Babi (H1N1) yakni sebesar 6,4 persen, namun masyarakat harus tetap waspada karena sudah ada konfirmasi virus ini dapat ditularkan melalui manusia ke manusia.

Virus H1N1 hanya hidup pada daerah subtropics, yakni pada musim gugur dan musim dingin seperti di Amerika Utara. Untuk Indonesia kemungkinannya sangat kecil mengingat Indonesia beriklim tropis, kata Menkes dalam jumpa pers di Kantor Menko Kesra, Jakarta, Senin (27/4).

Flu Babi atau H1N1 tidak dapat hidup di daerah yang panas, apalagi di Indonesia musim panas terus. Mudah-mudahan virus tersebut tidak sampai ke Indonesia. Tapi meski demikian, masyarakat harus tetap mewaspadainya dengan selalu menjaga kebersihan diri.

Untuk mewaspadai munculnya penyakit tersebut di Indonesia, Departemen Kesehatan telah meminta pihak terkait untuk menghentikan impor daging babi dan melakukan surveillance pada sejumlah peternakan babi di Indonesia, yang jumlahnya kini mencapai 9 juta ekor.

Sementara bagi pendatang yang masuk ke Indonesia melalui bandara telah disiagakan Thermo Scanner yang akan mendeteksi suhu tubuh seseorang apakah ia sedang menderita flu atau tidak.

Departemen Kesehatan juga akan mensuplai Health Alert Card kepada perusahaan penerbangan, juga kepada pelabuhan akan dibagikan dan harus diisi oleh pendatang mengenai kondisi kesehatannya apakah pendatang tersebut sedang mengalami flu atau tidak.

Selain itu, Depkes juga telah menyiapkan stok obat taminflu yang menurut Menkesdapat juga dipakai untuk mengobati H1N1 (flu babi).

Di tempat yang sama, Direktur Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (PPBB) Depkes, Rita Kusriastuti, mengatakan untuk Thermo Scanner telah disiagakan di 10 bandara, diantaranya Ngurah Rai Bali, Makassar, Surabaya, Kalimantan Selatan, Jakarta, Batam, juga Medan.

Untuk obat, telah disiapkan stok 3 juta obat taminflu. Selain itu 100 RS rujukan juga telah dilatih kembali guna mengantisipasi penyakit ini, dokter di sejumlah RS juga diminta lebih teliti memeriksa kondisi pasien, kata Rita. (T. Jul/toeb)